Tampilkan postingan dengan label Falsafah Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Falsafah Hidup. Tampilkan semua postingan

5 kewajiban wanita Islam

Ada lima kewajiban wanita islam yang harus dilaksanakan oleh setiap wanita yang ingin tergolong sebagai wanita yang shalihat, lima kewajiban itu ialah : wajibat diniyah, wajibat syakhsiyah, wajibat baitiyah, wajibat ijtimaiyah, dan wajibat wathaniyah

1. Wajibat DiniyahIalah kewajiban membuktikan ketinggian islam diatas nilai, ideologi, dan tatanan hidup lainnya.Untuk membuktikan ketinggian islam ada tiga langkah yang harus ditempuh oleh para wanita Islam. Pertama, memiliki akhlak yang karimah (mulia). Kedua, meniongkatkan ilmu dan kecerdasan. Ketiga, memperbanyak amal, gerak, dan perjuangan yang baik.

2. Wajibat SyakhsiyahIalah kewajiban yang harus dipenuhi terhadap diri sendiri agar kualitas pribadinya semakin baik, jasmani dan rohani.kewajiban terhadap jasmani antara lain menjaga kebersihan diri,baik kebersihan badan, pakaian maupun lingkungan rumah dan perkakas rumah tangga. Kewajiban terhadap rohani antara lain memiliki akidah yang salimah dengan membuang jauh segala keprcayaan dan keyakinan yang tudak benar, membersihkan hati dari sfat sifat tercela lalu mengisinya dengan sifat sifat terpuji.

3. Wajibat baitiyahIalah kewajiban yang harus dilaksanakan terhadap rumah tangga.Untuk bisa melaksanakan kewajiban terhadap rumah tangganya, seorang wanita harus mengetahui banyak pengetahuan yang berkaitan dengan soal itu antara lain denga membaca buku atau bacaan lainnya.

4. Wajibat ijtimaiyahIalah kewajiban yang harus dipenuhi terhadap masyarakat.wanita harus berperan aktif dalam masyarakat selama sesuai dengan kodratnya, misalnya dalam bidang sosial, pendidikan dan pengajaran, pemeliharaan anak yatim, pemeliharaan kesehatan masyarakat.

5. Wajibat wathaniyahIalah kewajiban yang bercita cita dan berusaha mencapai terwujudnya tanah air, negara dan bangsa yang islami.Sejak masa sebelum nabi Muhammad, sampai pada sahabat, dan seterusnya, wanita banyak berperan dalam perjuangan mewujudkan negeri yang islami, baik melalui tumbuhnya masyarakat islam sampai pada peperangan terhadap kaum kafir dan dipertahankannya peraturan-peraturan islam.

7 Hukum Jagat Raya


1. Hukum Sebab Akibat
Hukum ini merupakan hukum kehidupan yang fundamental. Segala sesuatu yang terjadi pada diri kita memiliki sebab khusus. Pemikiran adalah sebab, dan kondisi adalah akibatnya. Maka apapun pemikiran yang Anda tebarkan akan berkulminasi pada suatu tindakan yang menimbulkan akibat. Inilah padanan mental dari hukum fisika Newton bahwa “setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang sebanding dan berkebalikan”, dan hukum ini berlaku dengan prinsip yang sama.

Karena hukum alam tidak bisa dipastikan, maka penting bagi Anda untuk mengingat apa yang Anda inginkan dan bukan apa yang tidak Anda inginkan. Kualitas berbagai hubungan, misalnya, merupakan hasil dari apa yang telah Anda tebarkan dalam hubungan-hubungan tersebut.

2. Hukum Daya Tarik
Apa yang secara dominan Anda pikirkan akan menarik orang-orang dan lingkungan yang harmonis dengan pikiran-pikiran itu ke dalam kehidupan (seperti yang dikatakan dalam Law of Attraction). Secara metafisik, makin besar vibrasi yang Anda keluarkan, makin besar daya tariknya. Proses ini mirip dengan Hukum Resonansi.

Anda selalu menarik semua hal yang Anda pikirkan, baik itu positif maupun negatif. Akal sehat senantiasa mengatakan apa yang sebaiknya Anda kerjakan, meskipun seringkali terdapat kesepakatan yang mencegah Anda untuk melakukannya.

3. Hukum Kreativitas
Di luar dua energi interaktif, yin dan yang, jantan dan betina, muncul energi yang ketiga. Terdapat pasokan ide yang melimpah ruah, yang siap untuk Anda ubah, dan seluruhnya secara dramatis akan mengembangkan potensi, kebahagiaan, dan sukses Anda. Segala hal yang tercipta di dunia ini adalah hasil interaksi kedua energi yang saling bertentangan, tapi saling melengkapi. Keduanya berada dalam diri kita, tapi hanya akan efektif jika dimanfaatkan dan diseimbangkan.

4. Hukum Substitusi
Anda tidak bisa sekadar berhenti melakukan sesuatu. Keinginan kuat atau ketetapan hati sebesar apapun tidak akan tahan dengan kekosongan atau kevakuman yang terjadi terus- menerus. Untuk menghentikan suatu kebiasaan atau sikap, Anda mesti mencari penggantinya. Gantikan pemikiran tentang apa yang tidak Anda inginkan dengan pemikiran tentang apa yang Anda inginkan. Tidak ada sesuatu yang bisa menghilang sama sekali: sesuatu tersebut harus digantikan atau disalurkan ulang dengan substitusi.

5. Hukum Pelayanan
Berhentilah melayani orang lain dengan cara yang sebenarnya tidak Anda inginkan, karena imbalan yang Anda peroleh akan selalu sama dengan pelayanan Anda. Memberi perlakuan kepada orang lain di balik meja dengan cara yang sama dengan di depan meja, pada akhirnya akan berlangsung dengan prinsip yang sama. Anda akan selalu diimbali dengan proporsi yang persis sama dengan nilai dari layanan Anda kepada orang lain.

6. Hukum Penggunaan
Kekuatan alami apapun, bakat atau talenta, akan mengalami kemandekan jika tidak digunakan. Sebaliknya, akan menjadi semakin kuat jika makin sering dimanfaatkan. Ilustrasi yang sangat baik digambarkan dalam kisah seorang tua yang memperlihatkan kepada Rossetti, si pelukis terkenal, beberapa lukisan yang baru saja dibuatnya pada masa pensiun. Rossetti dengan sopan menjawab bahwa lukisan-lukisan itu biasa-biasa saja. Si lelaki tua kemudian memperlihatkan beberapa lukisan lain yang dibuat oleh seseorang yang lebih muda. Rossetti langsung memuji dan mengatakan bahwa di pelukis ini tentu sangat berbakat. Melihat orang tua itu memperlihatkan gejolak emosi, Rossetti pun bertanya apakah yang melukis itu anaknya. “Bukan. Itu lukisan saya sendiri sewaktu muda. Tapi saya tergoda untuk melakukan hal yang lain dan melupakan bakat melukis saya”, jawab si lelaki tua.

Bakat si lelaki tua telah melenyap. Manfaatkanlah, atau Anda akan kehilangan kekuatan alami itu.


7. Hukum Tujuh
Urut-urutan kejadian berjalan mengikuti Hukum Tujuh atau Hukum Oktaf. Saat not atau nada dasar dimainkan, setiap not diulang bunyinya beberapa kali dan kemudian menghilang intensitasnya. Hukum Tujuh berarti bahwa tidak ada kekuatan yang terus-menerus bekerja dengan arah yang sama. Setiap kekuatan bekerja dalam kurun waktu tertentu, kemudian menghilang intensitasnya, lalu berubah arah atau mengalami perubahan internal.

Tidak satu pun di alam ini yang berkembang mengikuti garis yang lurus. Dan demikian pula dengan kehidupan Anda. Tapi setelah Anda bisa menyesuaikan diri dengan prinsip-prinsip itu, Anda mengalir mengikuti arusnya, bukannya berlawanan.

Hukum Tujuh memperlihatkan bahwa tak ada satu pun kekuatan yang cuma berkembang ke satu arah, dan bahwa energi terus berkembang bahkan di tengah rintangan dan interval. Sebagaimana oktaf, segala sesuatu dalam kehidupan ini berjalan dengan vibrasi. Tanpa vibrasi takkan ada gerakan, dan dengan demikian tak ada aktivitas yang bisa berjalan dengan cara apa pun juga.

TI on Life

mari kta START hidup baru
SETTING niat
UP GRADE iman
BROWSING ilmu
SEARCING wawasan
...DELETE dosa
DOWNLOAD pahala
UPLOAD kebaikan
kumpulkan dalam BERANDA hati
simpan dalam PROFIL diri
jadikan STATUS abadi
ADD persaudaraan
lewat -> masuk kapty.blogspot.com
ckakakkakaka, !!!

MBANGUN KAWICAKSANAN ING URIP KITA



dening : Wong Jawa

Urip sing tansah linambaran kawicaksanan iku antara liya ngandhut unsur :

1. Jujur
2. Adil
3. Bener
4. Wani
5. Rila legawa

Mangga kita tlusuri setunggal-setunggal :

1. Jujur

Jujur iku burus lurus (prinsip sing apik) ing ati, pikiran, sikep, lan tumindake.
Walikane jujur yaiku curang, ngapusi, ngakali utawa dhedhelikan.

Jujur ateges mapanake dhiri ing kaanan padhang sing hakekate uga padhang, sing ing awal, tengah-tengah, uga akhire tansah pandhang.

Mula, jujur iku mungkin kaya peteng, salah utawa ngrugekake ing awal-awale, nganging ing jangka panjange, sapa sing jujur iku bakal ngrasakake padhang, bener utawa ngrasakake manfaat amarga uwis jujur ing wektu kepungkur.

Wong jujur iku mesthi wong sing ora mung mikirake kaanan lan butuhe saiki, sesuk utawa suk mben uripe nang ndonya, nanging mesthi uga mikirake woh tumindake ing ndonya kang bakal dihisab ing akhirat lan uripe mbesuk ing akhirat.

Pengorbanan amarga sikep lan lakune sing jujur, ditinsakake kanthi rila legawa, amarga paham yen jujur iku mbutuhake pitukon (pengorbanan / lelakon / tindakan kang nyata).

Supaya sukses, jujur katindakake tanpa kenaifan.

2. Adil

Adil maksude ora abot sisih, mbuh kuwi karo wong tuwane, sedulure, kanca-kancane utawa tanggane.
Uga duwe teges ora nutup-nutupi kaanan kang sanyatane nalika dadi seksi, aja nganti kita ngrugekake salah sijine fihak.

Sikep lan tumindak adil iku kudu diwiwiti kanthi cara adil marang dhirine dhewe.
Sabanjure marang kulawargane. Lagi marang liyan.

Supaya sukses, adil katindakake tanpa kenaifan.

3. Bener

Bener iku bisa duwe teges nyata, riil, ora gawe-gawe.

Amarga apa sing dadi bahan pertimbangan bener, kesimpulane mesthi melu bener.

Bener bisa duwe teges ora kliru,
- Ora kliru itungane. Iki didhelok saka segi rasional.
- Ora kliru panglimbange atine. Iki didhelok saka segi qalbiyah.
- Ora kliru miturut piwulange Gusti Allah, yaiku piwulang ingkang katulis ing Al Qur'an lan Hadist. Dadi yen kita wong Islam sing taat, kita kedah nggunakake piwulange Gusti Allah sebagai gendera utama ing babagan jupuk bahan pertimbangan.

Supaya sukses, bener katindakake tanpa kenaifan.

4. Wani

Wani maksude ora meneng, mudur utawa malah mlayu, saka sebab wedi lan cilik atine.

Wani nindakake jujur, adil lan bener iku mbutuhake :
a. Motivasi utawa niat
b. Pamikiran kang mateng, supaya sukses kanthi risiko sing cilik utawa sethithik. Mula aja nganti kesusu lan grusa-grusu.
c. Wani mbenerake sesuatu (nglakokake koreksi).
Yen mampu kita nglakokake koreksi nganggo tumindak nyata.
Yen sajak ora mampu, kita koreksi sarana lesan utawa tulisan.
Yen tetep ora mampu amarga ketemu dalan buntu sing asipat lahiriyah, kita suwunake pitulunganE Gusti Allah kanggo ngoreksi bab-bab penting sing perlu didandani.

Aja nindakake kenaifan.

5. Rila legawa

Jujur, adil, bener lan wani kudu katindakake kanthi rila legawa, tulus, ikhlas lair batin.

Suci ing batin lan sabar ing laku iku bisa mbangun adege urip wicaksana.

Sanajan mengkono aja nindakake kenaifan.

Conto-conto kenaifan ing posting salanjute.
^0^

Maturnuwun sampun mampir ! =D

Falsafah Urip Madya

dening : wong Jawa

1. Ngono yo ngono, ning aja ngono

tegese saumpama kowe duwe hobi aja nganti berlebihan.
Aja nganti hobi kuwi malah gawe kowe lan wong liya cilaka.

Tuladhane : saumpama kowe duwe hobi balapan montor. Aja nganti kowe melu bali (balapan liar). Salurna hobi nang arena balapan sing tenanan. Saumpama kowe mekso balapan liar nang dalan umum kowe mesthi gawe cilakane liyan (misale nyrempet utawa malah nganti nabrak marai patine liyan).

2. Melok, ning aja nyolok

tegese saumpama kowe duwe kaluwihan saka wong liya, aja nganti kowe ngetok-ngetokake kaluwihanmu iku.
Saumpama kowe duwe kaluwihan ing ilmu, harta, lan pangkat, ora usah kowe ngetok-ngetokake kaluwihanmu kuwi.
Ben wong liya wae sing mbiji kowe.

3. Bener ning ora pener

tegese yen kowe tumindak lan ngomong kudu mudeng panggonan lan wektu sing pas. Aja nganti kowe nggawe larane atine liyan amarga tumindak lan omonganmu sing ora pas papan lan wektune.

Tuladhane : Saumpama Si Tejo tokpergok nyolong dhuwit ing tasmu pas kelase lagi kosong. Kowe wis ngapurani Si Tejo ing wayah kuwi. Ing dina selanjute kowe takok karo Si Tejo pas kowe lan kanca-kancamu lagi nglumpuk. "Eh Jo, kowe wingi arep nyolong dhuwitku wi arep kanggo opo tho?" Tindakamu kuwi jenenge ora ngerti papan lan wektu. Kowe ngomong ngono kuwi mau bisa marakake Si Tejo isin mergo kanca-kancane sing liyane mudeng saumpama Tejo arep nyolong.

4. Sing bisa prihatin sajroning bungah, sing bisa bungah sajroning prihatin

tegese kowe kudu bisa ngendhalekake emosi lan hawa nepsumu.
Aja kebablasen bungah yen kowe lagi oleh kabungahan.

Tuladhane : Saumpama kowe bubar oleh dhuwit fitrah, aja langsung ngentekke dhuwit kuwi kanggo dolan, jajan, lan blanja. Luwih apik yen koktabung wae dhuwit kuwi kanggo njagani saumpama bakal ana kabutuhan sing ndadak.

Ananging,.
Kowe ya aja kebablasan sing susah saumpama kowe oleh kasusahan.
Amarga kowe kudu percaya saumpama nasib tiap uwong kuwi wis ana sing ngatur, yaiku Gusti Ingkang Maha Kuasa.

Tuladhane : Saumpama kowe lagi ora nduwe dhuwit ya usaha'a ngen kowe oleh dhuwit. Eh ndilalahe nang panggonanmu kerja kuwi kowe malah ketemu jodhomu. Dadi kowe semangat banget yen arep kerja.

Wong kang ora bisa nyukuri rejeki kang wis ditarima mesthi ngalalake kabeh cara supaya oleh sing luwih, luwih, lan luwih.
Mergo iku syukurana rejeki sing wis thok tarima, nanging aja lali karo tetep usaha, nanging yo aja ngaya.

5. Yen krasa penak lerena, yen krasa ra penak terusna

tegese aja nganti kowe nggunakake istilah menggunakan kesempatan dalam kesempitan.
Kowe kudu bisa nepakake awakmu dhewe sesuai kemampuanmu. Aja nganti jaluk jabatan sing menurutmu kowe ora bisa nglakono kanthi maksimal. Kalungguhan iku kudune amanat, aja nganti njaluk. Kowe kena ambisi nanging aja ambisius.
Jaganen hawa nepsumu.

6. Aja bungah ing pangalem, aja susah ing panacad

tegese, saumpama kowe dialem aja nganti kowe dadi sombong.

Saumpama kowe dicacad utawa disindir aja nganti kowe susah banget.
Kita kudu sadar saumpama kabeh uwong kuwi mesthi duwe kaluwihan lan kakurangan.

7. Tega larane, ora tega patine

tegese yen ana wong cerak kita lagi susah mesthi kita melu susah.

Tuladhane :
1. Yen anak lagi lara, walopun gor lara biasa kaya lara panas, mumet, lan watuk, mesthi wong tuwane melu ngrasakake lara kaya-kaya wong tuwa kuwi sing lara.
2. Saumpama anak duwe kasalahan mesthi wong tuwa ngeki hukuman kanggo anak kuwi ngen anak kuwi sadar dening kesalahane lan oran bakal ngulangi kesalahane. Nanging wong tuwo yo ora bakal ngeki hukuman nganti anake kuwi mati.

Kemarahan yang Hakiki

Siapa saja bisa marah,
marah itu MUDAH,
TETAPI marah pada orang yang tepat,
dengan derajat kemarahan yang tepat,
saat yang tepat,
untuk tujuan yang tepat,
dengan cara yang tepat,
itu TIDAK MUDAH !

Aristoteles

arti seorang Temand


Teman adalah hadiah dari yang di atas buat kita.

Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja, atau malah menjengkelkan.
Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek. Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam, saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama. Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.
Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya. Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dll.
Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar dari mereka. Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKAN-lah karena mereka pada dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena justru ia membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya.
Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita? Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama? Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita. Mereka tidak akan bilang bahwa "lutut" mereka luka atau mereka "takut air", mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dll. Itulah cara mereka mempertahankan diri.
Mereka akan bilang:
"Menari itu tidak menarik"
"Tidak ada yang cocok denganku"
"Teman-temanku sudah lulus semua"
"Aku ini buruk siapa yang bakal tahan denganku"
"Kisah hidupku membosankan"
Mereka tidak akan bilang:
"Aku tidak bisa menari"
"Aku membutuhkan kamu denganku"
"Aku kesepian"
"Aku butuh diterima"
"Aku ingin didengarkan"
Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika kita bertemu jiwa dengan jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya buat kita.


^_^

Dikutip dari massage Admin grup b’bagi ilmu di facebook

Sebuah Pilihan


Ada 2 bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar,aku ingin menjejakkan akarku dalam2 di tanah ini dan menjulangkan tunas2ku diatas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari dan kelembutan embun pagi di pucuk2 daunku"...Dan bibit itupun tumbuh,makin menjulang...


Bibit yang kedua berguman..."Aku takut,jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini,aku tak tahu apa yang akan kutemui dibawah sana.Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas,bukankah nanti keindahan tunas2ku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak.Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka,dan siput2 mencoba untuk memakannya? Dan pasti jika aku tumbuh dan merekah,semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak! Akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman"...Dan bibit itupun menunggu dalam kesendirian.
Beberapa pekan kemudian seekor ayam mengais tanah itu,menemukan bibit yang kedua tadi dan menaploknya segera.


Memang selalu ada saja pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon2 yang harus kita jalani. Namun seringkali kita berada dalam kepesimisan,kengerian,keraguan,kebimbangan2 yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan2 untuk tak mau melangkah,tak mau menatap hidup.
Karena hidup adalah pilihan, maka hadapilah itu dengan gagah..Dan karena hidup adalah pilihan,maka pilihlah dengan bijak...

^_^

dikutip dari grup b’bagi ilmu difacebook